Gibran Direncanakan Mulai Berkantor di IKN Tahun Ini, Sinyal Penguatan Pusat Pemerintahan di Nusantara

file 000000000a248207a26779e68c1e0f33
Dok. BPMI Sekretariat Wakil Presiden

KALIMANTAN TIMUR, ESANEWS.ID – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka direncanakan mulai berkantor di Istana Wakil Presiden (Wapres) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 2026.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat berada di kawasan IKN, Sabtu (15/8/2026). Menurut Basuki, persiapan penggunaan Istana Wapres terus dilakukan, termasuk dengan mulai ditempatkannya sejumlah staf Wakil Presiden di kawasan Nusantara.

“Insyaallah tahun ini, karena sudah beberapa stafnya di sini,” ujar Basuki.

Basuki menyebut pembangunan fisik Istana Wapres telah mendekati tahap akhir. Infrastruktur utama bangunan hampir rampung dan tinggal menunggu proses pengisian furnitur sebelum digunakan secara optimal.

Istana Wapres Mulai Disiapkan

Kehadiran staf Wapres di IKN menjadi bagian dari persiapan operasional. Jika Gibran mulai berkantor di sana tahun ini, langkah tersebut akan menjadi perkembangan penting dalam pemanfaatan Nusantara sebagai kawasan pemerintahan.

Istana Wapres IKN juga sempat dibuka untuk masyarakat pada 15–17 Agustus 2026 dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Masyarakat mendapat kesempatan melihat langsung perkembangan kawasan pemerintahan di Nusantara.

IKN Tetap Dibangun

Rencana penggunaan Istana Wapres berlangsung di tengah pembahasan mengenai status hukum pemindahan ibu kota negara.

Jakarta masih menjalankan fungsi sebagai ibu kota sampai terdapat keputusan resmi mengenai pemindahan ibu kota ke Nusantara melalui Keputusan Presiden. Karena itu, penggunaan fasilitas pemerintahan di IKN tidak secara otomatis berarti seluruh proses pemindahan ibu kota telah selesai secara hukum.

Di sisi lain, pembangunan berbagai fasilitas pemerintahan di Nusantara terus dilanjutkan pemerintah.

Uji Kesiapan Infrastruktur

Mulainya aktivitas Wapres di IKN juga akan menjadi salah satu indikator kesiapan kawasan tersebut. Selain gedung pemerintahan, pemerintah perlu memastikan ketersediaan transportasi, jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi, hunian, layanan kesehatan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Kehadiran pejabat negara secara rutin di IKN dapat meningkatkan kebutuhan terhadap ekosistem pemerintahan yang siap digunakan secara nyata.

Jika terealisasi, Gibran berkantor di IKN bukan hanya menjadi simbol keberlanjutan pembangunan Nusantara, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kawasan tersebut siap mendukung aktivitas pemerintahan.

Publik kini menunggu kepastian kapan Istana Wapres mulai digunakan secara penuh dan bagaimana langkah pemerintah berikutnya terkait pengembangan IKN serta proses formal pemindahan ibu kota negara.

#NurMTop

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *