ESANEWS.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026, semangat mengisi kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga dapat dilakukan dengan melestarikan budaya bangsa dan membangun karakter generasi muda.
Hal tersebut menjadi perhatian Nur Muhamad, S.Kom, selaku Pendiri Perguruan Pencak Silat Seni Beladiri Elang Sigak. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai pendidikan, kedisiplinan, tanggung jawab, persaudaraan, dan pembentukan karakter.
Momentum HUT ke-81 RI, kata Nur Muhamad, dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk kembali memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini harus diisi dengan kegiatan yang positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Salah satunya melalui pelestarian seni budaya bangsa, termasuk pencak silat,” ujar Nur Muhamad.
Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Bangsa
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar dan tersebar di berbagai daerah. Pencak silat menjadi salah satu warisan budaya yang memiliki nilai penting karena tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan.
Dalam proses latihan, seorang pesilat tidak hanya dituntut menguasai teknik. Mereka juga diajarkan mengenai disiplin, menghormati guru, menghargai sesama, menjaga sikap, mengendalikan emosi serta bertanggung jawab terhadap kemampuan yang dimilikinya.
“Ilmu bela diri bukan untuk mencari lawan atau menunjukkan siapa yang paling kuat. Justru seorang pesilat harus mampu mengendalikan diri, menghormati orang lain dan menggunakan ilmunya secara bertanggung jawab,” jelasnya.
Nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu cepat, pembentukan karakter menjadi salah satu hal penting yang harus mendapatkan perhatian bersama.
Karena itu, kegiatan seni bela diri dan kebudayaan dapat menjadi salah satu ruang positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi diri.
Mengisi Kemerdekaan dengan Kegiatan Positif
Nur Muhamad mengajak generasi muda untuk tidak hanya memaknai kemerdekaan melalui kemeriahan perlombaan dan kegiatan 17 Agustus, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri.
Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Kemerdekaan harus diisi dengan belajar, berkarya, menjaga persatuan, menghormati perbedaan serta melestarikan kebudayaan nasional.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, tugas generasi sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi, pendidikan, karya dan kegiatan yang positif,” ungkapnya.
Ia menilai pencak silat dapat menjadi salah satu sarana untuk membentuk generasi yang memiliki mental kuat sekaligus tetap menjunjung tinggi etika dan sopan santun.
Latihan yang dilakukan secara konsisten juga mengajarkan proses. Seorang pesilat harus menjalani tahapan demi tahapan, mulai dari dasar hingga mampu menguasai teknik yang lebih tinggi.
Nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses, disiplin dan kerja keras.
Elang Sigak Dorong Pelestarian Seni Bela Diri
Sebagai Pendiri Perguruan Pencak Silat Seni Beladiri Elang Sigak, Nur Muhamad berharap keberadaan perguruan dapat terus menjadi wadah pembinaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia ingin pencak silat tidak hanya dikenal sebagai olahraga atau seni bela diri, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
“Harapannya, anak-anak muda tidak malu mempelajari budaya sendiri. Kita harus bangga dengan pencak silat sebagai warisan bangsa,” katanya.
Pelestarian pencak silat, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya perguruan, tetapi juga keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah dan generasi muda itu sendiri.
Menurutnya, semakin banyak anak muda yang mengenal dan mempelajari pencak silat dengan benar, semakin besar pula peluang budaya tersebut untuk terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menanamkan Persaudaraan dan Persatuan
Selain aspek bela diri dan kebudayaan, nilai persaudaraan menjadi bagian penting dalam pembinaan pesilat.
Nur Muhamad menekankan bahwa pencak silat seharusnya menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama, bukan menjadi alasan untuk menunjukkan kekuatan atau menciptakan permusuhan.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan nilai kemerdekaan Indonesia yang dibangun atas persatuan dan kebersamaan.
“Di dalam pencak silat ada persaudaraan. Kita boleh berbeda perguruan, berbeda daerah dan berbeda latar belakang, tetapi tetap satu sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” tuturnya.
Pesan tersebut juga menjadi penting dalam kehidupan masyarakat saat ini. Perbedaan pendapat maupun pilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dijaga agar generasi muda memahami bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa.
Pemuda sebagai Generasi Penerus Bangsa
Dalam momentum HUT ke-81 RI, Nur Muhamad juga mengajak para orang tua untuk memberikan ruang kepada anak-anak dan remaja agar dapat mengikuti kegiatan yang membangun karakter.
Menurutnya, kegiatan olahraga, seni, budaya dan organisasi kepemudaan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kegiatan positif sehingga dapat mengembangkan potensi dan menghindari berbagai aktivitas yang tidak memberikan manfaat.
“Anak muda adalah masa depan bangsa. Mari kita arahkan energi dan kreativitas mereka kepada hal-hal yang positif. Belajar, berolahraga, berkarya dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Kemerdekaan Harus Terus Dihidupkan
Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka, semangat perjuangan para pendahulu bangsa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial setiap bulan Agustus.
Kemerdekaan harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Nur Muhamad, menjaga budaya, mendidik generasi muda dan membangun persaudaraan merupakan bagian dari cara mengisi kemerdekaan.
Ia berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa merupakan tanggung jawab bersama.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita isi kemerdekaan dengan persatuan, prestasi, karya dan pelestarian budaya bangsa. Dari generasi untuk generasi, dari Indonesia untuk Indonesia,” pungkas Nur Muhamad.
Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai Indonesia sekaligus menjaga warisan budaya yang menjadi identitas bangsa.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi titik untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi Indonesia yang berkarakter, berprestasi dan mencintai budaya bangsanya.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka!
Profil Singkat
Nur Muhamad, S.Kom
Pendiri Perguruan Pencak Silat Seni Beladiri Elang Sigak.
Melalui pembinaan seni bela diri, Elang Sigak berkomitmen menjadikan pencak silat sebagai sarana pengembangan disiplin, karakter, persaudaraan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.














