BEKASI, ESANEWS.ID — Federasi Pencak Silat Tradisional Indonesia (FPSTI) Provinsi Jawa Barat menggelar rapat persiapan pelantikan pengurus masa bakti 2025–2030. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Hotel Grand Cempaka, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 26–27 September 2026.
Rapat ini menjadi bagian dari persiapan dan koordinasi pengurus FPSTI Jawa Barat menjelang pelantikan kepengurusan masa bakti 2025–2030.
Dalam rapat tersebut hadir Dewan Penasihat FPSTI Wawan Widodo, S.E., serta Ketua Umum FPSTI Jawa Barat H. Arma. Sejumlah ketua bidang dan pengurus juga turut hadir, yakni Asdullah, Edy Supriatna, Saipullah, Wahyu, Nur Muhamad, S.Kom., Safitri, Nyai Amah, Riesnha, Suryati, dan Devi Alver.
Pertemuan membahas sejumlah persiapan teknis dan koordinasi organisasi untuk memastikan agenda pelantikan dapat berlangsung dengan baik. Selain itu, rapat menjadi ruang untuk menyatukan komunikasi serta kesiapan antarbidang dalam menjalankan program FPSTI Jawa Barat selama masa bakti 2025–2030.
FPSTI Jawa Barat menjadi wadah bagi pengembangan pencak silat tradisional, sekaligus turut menjaga nilai-nilai seni, budaya dan tradisi yang melekat dalam pencak silat Indonesia.

Kepengurusan masa bakti 2025–2030 diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan berbagai perguruan pencak silat tradisional serta komunitas di Jawa Barat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan pencak silat tradisional sebagai warisan budaya Indonesia.
Rapat persiapan juga menjadi momentum untuk menyatukan visi, membangun soliditas kepengurusan, serta mematangkan berbagai kebutuhan menjelang pelantikan.
Agenda kegiatan persiapan pelantikan tersebut disponsori oleh Makada.
Dengan semakin dekatnya pelantikan, FPSTI Jawa Barat bersiap menjalankan kepengurusan masa bakti 2025–2030 dengan berbagai program yang berkaitan dengan pembinaan, pengembangan, pelestarian, serta penguatan pencak silat tradisional di Jawa Barat.
ESANEWS.ID | Membidik Fakta, Terbangkan Kebenaran














