Menuju 1 Dekade, Back To Sumatra Jadi Simbol Persaudaraan Perantau Sumatra

Gambar Gravatar
Foto: Suasana kebersamaan anggota komunitas Back To Sumatra saat menggelar kegiatan dan silaturahmi menjelang momentum 1 dekade perjalanan komunitas.(Dok. Komunitas, ESANEWS.ID/NUR M TOP)

ESANEWS.ID — Komunitas perjalanan darat lintas pulau, Back To Sumatra (BTS), kini hampir memasuki usia satu dekade. Berawal dari komunitas kecil pecinta perjalanan menuju Pulau Sumatra, Back To Sumatra kini berkembang menjadi keluarga besar perantau Sumatra yang dikenal luas di berbagai daerah Indonesia.

Komunitas ini didirikan oleh Iskandar Hasibuan bersama sejumlah rekan pecinta touring dan perjalanan darat. Awalnya, Back To Sumatra hadir sebagai wadah berbagi informasi seputar jalur mudik, kondisi jalan, penyeberangan Merak–Bakauheni, hingga rekomendasi titik istirahat aman bagi pengguna kendaraan pribadi menuju berbagai wilayah di Sumatra.

Seiring berjalannya waktu, komunitas ini berkembang bukan hanya sebagai tempat bertukar informasi perjalanan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas antarperantau dan pengguna jalan lintas Sumatra. Banyak anggota yang saling membantu ketika mengalami kendala di perjalanan, mulai dari kendaraan mogok, informasi bengkel, hingga bantuan darurat di jalur lintas Sumatra.

“Awalnya hanya ingin membuat wadah untuk saling membantu sesama pengguna jalan menuju Sumatra. Ternyata kekeluargaannya tumbuh sangat besar,” ujar Bang Iskandar Hasibuan selaku Founder Back To Sumatra.

Memasuki momentum menuju 10 tahun perjalanan, anggota Back To Sumatra kini berasal dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Lampung, Palembang, Jambi, Medan, Padang, Pekanbaru, Aceh hingga Pulau Jawa. Aktivitas komunitas pun semakin beragam, mulai dari touring bersama, mudik lintas pulau, kopdar antarwilayah, hingga kegiatan sosial dan bakti masyarakat.

Hadirnya Jalan Tol Trans Sumatra juga memberi warna baru dalam perjalanan komunitas tersebut. Banyak anggota yang kini rutin melakukan touring keluarga sambil memperkenalkan keindahan alam dan budaya Sumatra kepada generasi muda.

Menjelang usia satu dekade, Back To Sumatra diharapkan terus menjadi simbol persaudaraan, keselamatan berkendara, dan semangat menjaga budaya silaturahmi di tengah perkembangan zaman.

Momentum menuju 10 tahun perjalanan BTS juga diwarnai dengan regenerasi kepemimpinan. Dalam suasana penuh kekeluargaan, komunitas Back To Sumatra resmi menunjuk Youris sebagai Ketua BTS selanjutnya untuk meneruskan estafet kepemimpinan komunitas.

Dengan slogan “Satu Jalur, Seribu Cerita, Satu Tujuan”, Back To Sumatra membuktikan bahwa perjalanan bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi juga tentang persahabatan dan kebersamaan yang terjalin sepanjang perjalanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *