Medan, ESANEWS.ID – Massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kodim 0201/Medan pada Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk penolakan terhadap keterlibatan militer di ruang sipil serta evaluasi rencana pembangunan batalyon baru dan penambahan pasukan.
Perwakilan massa aksi menegaskan bahwa militer seharusnya kembali fokus pada tugas dan fungsi utamanya di bidang pertahanan negara dan tidak menempati jabatan-jabatan sipil.
“Terkait isu militer yang paling utama adalah agar tidak masuk ke dalam ruang-ruang publik. Agar militer itu tidak lagi menduduki jabatan-jabatan sipil. Biarlah militer kembali ke barak. Biarlah militer kembali ke fungsinya,” ujar salah satu peserta aksi.
Menanggapi aksi tersebut, Komandan Kodim 0201/Medan, Letkol Delli Yudha, menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat tetap dihormati, namun terdapat aturan yang mengatur lokasi penyampaian orasi.
Menurutnya, fasilitas atau markas militer tidak diperkenankan menjadi tempat pelaksanaan orasi, sehingga pihaknya memilih melakukan dialog dengan para peserta aksi.
“Saat ini kita ketahui bahwa memang salah satu instansi militer itu tidak boleh dijadikan tempat untuk berorasi. Makanya tadi kami mencoba untuk berdiskusi,” kata Delli.
Aksi berlangsung dengan penyampaian tuntutan dan dialog antara perwakilan mahasiswa dengan pihak Kodim.















