Puluhan Massa Datangi Polres Metro Depok, Tuntut Kejelasan Kasus Dugaan Penganiayaan di Tapos

Gambar Gravatar
Poto: Puluhan Massa Aksi di Polres Metro Depok, Minta Transparansi Kasus Penganiayaan Tapos

DEPOK | ESANEWS.ID– Puluhan orang mendatangi Polres Metro Depok pada Senin (5/1/2026) untuk menuntut kejelasan penanganan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayah Tapos, Kota Depok. Insiden tersebut diduga melibatkan oknum prajurit TNI Angkatan Laut.

Dalam aksi orasi yang digelar di depan Mapolres Metro Depok, massa menyoroti lokasi kejadian perkara (TKP) yang hingga kini disebut belum dipasangi garis polisi. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

Massa meminta kepolisian bertindak cepat, profesional, dan transparan. Mereka menilai penanganan perkara belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, sehingga menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan keluarga korban. Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Kuasa hukum keluarga korban menyampaikan bahwa peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Jumat dini hari. Namun hingga Senin siang, lokasi kejadian disebut belum diberi garis polisi. Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka hanya menginginkan keadilan serta penegakan hukum tanpa adanya perlakuan tebang pilih.

Dalam peristiwa tersebut, dua warga berinisial WAT (24) dan DN (39) sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mako Brimob. WAT dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis, sementara DN hingga kini masih dirawat secara intensif akibat luka berat yang dideritanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden tersebut diduga bermula saat seorang oknum prajurit TNI AL berpangkat Sersan Dua (Serda) mencurigai kedua korban hendak melakukan transaksi ilegal. Kecurigaan tersebut diduga berujung pada tindakan main hakim sendiri yang berakibat fatal.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, membenarkan adanya keterlibatan oknum prajurit berinisial Serda M. Saat ini, yang bersangkutan telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh Polisi Militer TNI Angkatan Laut sesuai dengan mekanisme hukum militer yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, sementara massa berharap proses hukum berjalan secara adil dan transparan.

Bacaan Lainnya

#ESANEWS .ID
| Membidik Fakta, Terbangkan Kebenaran.

Pos terkait