ESANEWS.ID – Jakarta Suasana tegang meliputi kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, setelah seorang pria yang disebut sebagai debt collector atau matel (mata elang) menjadi korban pengeroyokan. Insiden tersebut memicu aksi protes dari sekelompok massa yang mengaku berasal dari Indonesia Timur.
Massa terlihat memenuhi kawasan sekitar lokasi kejadian sambil mengenakan syal dan penutup kepala berwarna merah. Mereka menuntut pihak kepolisian bergerak cepat mengusut kasus tersebut dan menangkap para pelaku.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang orator tampak berdiri di tengah kerumunan massa. Dengan suara lantang dan penuh emosi, ia menyampaikan ultimatum kepada Kapolda Metro Jaya.
“Saya malam ini di sini sudah siap, lahir batin. Harga diri orang Indonesia Timur tidak bisa dibayar dengan apa pun. Ini prinsip hidup kami,” ujar pria yang mengenakan syal abu-abu dan tutup kepala merah itu.
Ia menegaskan, jika pihak kepolisian tidak menangkap para pelaku dalam waktu 1×24 jam, massa akan mengambil langkah-langkah yang mereka nilai mampu menghadirkan keadilan.
“Apabila dalam 1×24 jam Kapolda tidak bisa menangkap para pelaku, maka kami akan melakukan upaya-upaya yang kami anggap bisa memberikan rasa keadilan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan kasus pengeroyokan tersebut.
— Jurnalis : Nur M Top
Membidik Fakta, Terbangkan Kebenaran








