ESANEWS.ID — Pemerintah Iran menyatakan tidak memiliki rencana untuk kembali melakukan perundingan dengan Amerika Serikat setelah pengalaman diplomasi sebelumnya yang dianggap mengecewakan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan PBS News. Ia menegaskan bahwa pembicaraan dengan Washington saat ini tidak lagi menjadi agenda pemerintah di Teheran.
Menurut Araghchi, pengalaman dalam beberapa putaran negosiasi sebelumnya membuat Iran kehilangan kepercayaan terhadap komitmen Amerika Serikat. Ia mengungkapkan bahwa dalam pertemuan-pertemuan diplomatik terdahulu sebenarnya telah tercapai sejumlah kemajuan yang signifikan antara kedua negara.
Namun situasi berubah ketika Amerika Serikat tetap melakukan serangan terhadap Iran, meskipun proses negosiasi masih berlangsung.
“Saya tidak berpikir bahwa pertanyaan tentang berbicara dengan Amerika atau melakukan negosiasi dengan Amerika sekali lagi akan kembali menjadi agenda,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut meninggalkan kesan yang sangat pahit bagi Iran.
“Karena kami memiliki pengalaman yang sangat pahit setelah tiga putaran negosiasi. Bahkan setelah tim Amerika sendiri mengatakan bahwa kami membuat kemajuan besar, mereka tetap memutuskan untuk menyerang kami,” kata Araghchi.
Pernyataan tersebut semakin menambah ketegangan hubungan antara Teheran dan Washington yang dalam beberapa waktu terakhir terus memanas. Iran menilai langkah militer Amerika Serikat telah merusak kepercayaan yang sebelumnya dibangun melalui jalur diplomasi.
Editor : Nur M Top / ESANEWS.ID









