ESANEWS.ID – Dominasi mobil listrik China semakin nyata di pasar otomotif global. Dalam dua bulan terakhir, BYD Atto 1 berhasil merebut takhta mobil terlaris di Indonesia, menggusur nama-nama lama seperti Toyota Innova dan Avanza yang sebelumnya kerap menjadi raja penjualan.
Berdasarkan data penjualan, BYD Atto 1 mencatat penjualan fantastis dengan angka lebih dari 9.000 unit pada Oktober 2025 dan sekitar 8.000 unit pada November 2025.
Capaian tersebut menjadikannya mobil paling laris secara nasional dalam periode tersebut, sekaligus menandai perubahan besar selera konsumen Indonesia menuju kendaraan listrik.
Tak hanya di Indonesia, pasar Asia masih menjadi konsumen terbesar mobil listrik asal China.
Sepanjang Januari hingga November 2025, hampir 1 juta unit mobil listrik China telah membanjiri jalanan di berbagai negara Asia, memperkuat posisi Negeri Tirai Bambu sebagai raksasa baru industri otomotif global.
Ekspansi mobil listrik China juga kian agresif ke pasar Eropa. Di Inggris, ekspor mobil China melonjak 113 persen pada November lalu dengan total 9.096 unit dalam sebulan. Secara kumulatif, sebanyak 121.555 unit mobil China telah masuk ke Inggris sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, Belgia masih menjadi pintu masuk utama mobil China ke daratan Eropa. Dalam 11 bulan terakhir, tercatat 195.309 unit mobil China masuk melalui negara tersebut. Meski mengalami penurunan 15 persen dibandingkan tahun lalu, total ekspor mobil China ke seluruh Eropa justru mencapai 604.105 unit, atau naik 12 persen dibandingkan tahun 2024.
Lonjakan ini menjadi sinyal merah bagi brand-brand otomotif legendaris Eropa yang kini mulai kesulitan bersaing, terutama dalam hal harga dan teknologi, dengan produsen mobil listrik asal China yang menawarkan inovasi tinggi dengan banderol lebih terjangkau.
Perubahan peta persaingan global ini diperkirakan masih akan berlanjut, seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan kebijakan ramah lingkungan di berbagai negara.
ESANEWS.ID – Membidik Fakta, Terbangkan Kebenaran


